Bandung
Thursday, October 27, 2005

yang unik


MASYARAKAT Bandung dan sekitarnya mungkin tidak semua tahu di mana letak Karang Gantungan. Padahal, tempat tersebut memiliki beberapa keunikan yang bisa menjadi andalan sebagai objek wisata alam (geowisata). Tempat ini terletak di Desa Gantur Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung. Tepatnya 12 km dari arah Jalan Cagak Cicalengka-Warung Peuteuy.

Karang Gantungan objek wisata alam di Desa Gantur Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung.*ERIYANTI/”PR”

Untuk menuju ke sana bisa menggunakan jenis mobil jip atau Kijang, sampai mulut hutan lindung Selasih yang berada di bawah KRPH Ciparay Kab. Bandung. Dari mulut hutan, objek wisata Karang Gantungan dapat ditempuh sekira 1 km berjalan kaki dengan kondisi jalan menanjak.

Dari survei awal yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota, pada pekan lalu, objek wisata Karang Gantungan menarik dari sisi alamnya. Hal itu dapat dilihat dari awal mulut hutan Selasih. Naik beberapa meter, akan tampak undakan sawah yang menghampar sepanjang barat, selatan, sampai ke timur. Sedangkan tepat di arah utara, jalan setapak menyambut kita dengan deret pinus yang mengeluarkan bau khas.

Tak hanya hamparan hijaunya sawah dan pohon pinus yang menyambut kedatangan kita. Melangkah beberapa meter dari sana, Anda jangan heran bila sekawanana, monyet tiba-tiba menyongsong kedatangan Anda. Masyarakat setempat meyakini bahwa jumlah monyet itu selalu tetap 41, tidak pernah bertambah ataupun berkurang. Anda bisa percaya atau tidak.

Monyet-monyet ini dikepalai seekor monyet besar dengan satu di antaranya monyet betina yang selalu membawa anaknya. Kalau Anda tidak mau diganggu, jangan sekali-kali mengeluarkan makanan apa pun tanpa izin kuncen setempat, karena monyet-monyet ini akan terus mengikuti Anda.

Keramat

Menurut masyarakat setempat, objek wisata Karang Gantungan bukan saja bisa dinikmati sebagai tempat wisata alam. Tetapi juga diyakini menyimpan kekuatan keramat. Namun tentang kepastian tempat tersebut menyimpan keramat, tampaknya masih harus dilakukan penyesuaian dengan sejarah yang ada.

Menurut Eyang Anom, kuncen setempat, Karang Gantungan sering disebut juga Tawang Gantungan atau Batu Karut. Tempat ini awalnya disebut Gunung Surandil, tetapi kemudian gunung tersebut tilem menjadi Gunung Selasih.

Di kawasan seluas 3 ha ini, terdapat sebuah batu besar yang dicengkeram akar-akar beringin yang menjuntai. Sebelum sampai di lokasi, akan ditemui batu-batu besar berserakan yang sebelahnya mengalir sungai-sungai kecil. Di kiri kanan jalan terdapat berbagai jenis pohon seperti pinus, benda, teureup, koang, huni, pulus, beringin, dll.

Di atas batu Karang Gantungan, masih menurut Eyang Anom, terdapat pin. Semacam alun-alun (pelataran), di mana pengunjung bisa memandang jauh ke setiap penjuru selatan Bandung. Hanya saja, masih kata Eyang Anom, tidak semua orang bisa merasakan adanya tempat tersebut. Hanya orang-orang tentu dan percaya yang dapat merasakan kehadiran alun-alun tersebut.

Menurut Eyang Anom, pada tahun 2002 saat hutan sebelah Hutan Selasih kebarakaran, kawasan Karang Gantungan tidak terkena sama sekali. Begitu juga saat terjadi longsor, tempat ini seakan tidak pernah terjamah bencana alam. "Masyarakat bisa percaya atau tidak dengan kejadian di sini yang dinilai keramat," ujarnya.